Review Handphone Xiaomi Redmi 6A Keluaran Terbaru

Review Xiaomi Redmi 6A – Beberapa bulan lalu, Xiaomi secara resmi telah meluncurkan smartphone entry-level terbaru  bernama Redmi 6A di Indonesia. kamingnya popularitas  dibawa oleh smartphone ini tidak seheboh Redmi 5A. Bisa dibilang harga dan spesifikasi hardware  dimiliki oleh Redmi 6A menjadi faktor utamanya. Namun pada tahun 2018, smartphone saingan dari vendor lain pun semakin memiliki harga  murah sehingga membuatnya lebih sulit dijual dibandingkan Redmi 5A. Nah, kami pun berkesempatan untuk menguji Xiaomi Redmi 6A selama beberapa minggu dalam aktivitas sehari-hari. Untuk itu, bagi Gadgeter  penasaran dengan keunggulan, kelemahan, fitur, desain, dan harga dari Redmi 6A maka bisa melihat artikel review berikut ini :

Review Xiaomi Redmi 6A

Xiaomi Redmi 6A
Xiaomi Redmi 6A

Meskipun desain smartphone seri Redmi dari waktu ke waktu tidak mengalami perubahan  berarti, namun pada Redmi 6A ini terjadi peningkatan dibandingkan Redmi 5A dengan menggunakan desain layar penuh beraspek rasio 18:9. Sementara bodi bagian belakang dari Redmi 6A mirip dengan Redmi 6, meskipun tidak memiliki sensor fingerprint dan dua kamera utama. Speaker pun diletakkan tepat di bawah logo Mi bagian belakangnya. Meskipun suaranya jadi lebih terdengar ketika bermain game, namun ketika Redmi 6A ditaruh di meja dengan posisi terlentang maka suara akan mengecil karena akan tertutup dengan permukaan karena tidak memiliki penga kecil seperti Redmi 5A.

Beralih ke bagian kanannya terbisa tombol volume dan power  disusun secara vertikal sehingga memudahkan penggunanya untuk melakukan kombinasi screenshot hanya dengan menggunakan satu tangan saja. Pada bagian kirinya terbisa terbisa slot kartu SIM dan microSD dengan kombinasi slot bagian atas  terdiri dari kartu SIM 1 dan microSD. Sementara slot bagian bawahnya merupakan kartu SIM 2. Hal ini membuat penggunanya bisa menyematkan 2 kartu SIM ditambah microSD sekaligus. Untuk bagian atasnya terbisa port jack audio 3,5mm untuk menghubungkan earphone maupun headphone dengan Redmi 6A. kamingnya sensor Inframerah tidak hadir pada bagian atasnya sehingga penggunanya tidak bisa menjadikan smartphone ini sebagai remote control perangkat elektronik, seperti TV, AC, dan masih banyak lagi.

Pada bagian bawahnya terbisa port microUSB 2.0  bisa digunakan untuk mengisi daya baterai dan mentrasfer data. Sebagai smartphone Rp 1 jutaan, Xiaomi Redmi 6A ini menggunakan bodi plastik dengan cat  terlihat seperti logam. kami pun langsung merasa bahwa smartphone ini memang untuk kelas entry-level ketika memegangnya. Mengikuti tren saat ini, Xiaomi Redmi 6A ini dibekali dengan layar 5,45 inci  beresolusi HD+ (1440 x 720 piksel) dan beraspek rasio 18:9  memenuhi bagian depannya. Teknologi IPS  hadir pada layarnya memungkinkan penggunanya masih bisa melihat foto, video, maupun dokumen pada layar hingga sudut kemiringan 178 derajat. Sebagai smartphone dengan harga  murah meriah, Xiaomi Redmi 6A ini mempunyai kamera  bisa dibilang biasa saja. Untuk kamera belakangnya memiliki resolusi 13 MP dan LED Flash  cukup baik dalam menghasilkan foto dalam kondisi cukup cahaya.

Namun apabila mengambil foto dalam kondisi malam hari maka hasilnya akan banyak noise. Sementara kamera depannya memiliki resolusi 5 MP dengan aperture f/2.2  lumayan dalam menghasilkan foto selfie atau wefie. Bahkan kamera depannya sendiri dilengkapi dengan fitur Portrait Mode  memungkinkan penggunanya bisa menghasilkan foto selfie bokeh (background blur) dengan instan dan rapi. Berbeda dibandingkan Redmi 5A  menggunakan chipset buatan Qualcomm, kali ini Xiaomi menyematkan chipset MediaTek Helio A22 Quad-core berkecepatan 2 GHz dengan teknologi proses 12nm pada Xiaomi Redmi 6A. Dalam mengimbangi kemampuan chipset tersebut, Xiaomi pun menyematkan RAM 2 GB dan storage internal 16 GB  bisa ditambahkan microSD 256 GB. Pihak Xiaomi sendiri mengklaim bahwa smartphone ini mampu berjalan lancar dalam pemakaian normal.

Untuk membuktikannya, kami pun menguji dengan mengaktifkan beberapa aplikasi secara multitasking dengan kegiatan seperti telepon, SMS, Chat, update status di media sosial, upload foto di media sosial, menonton video, dan memainkan game. Hasilnya, kapasitas RAM mudah cepat habis ketika digunakan untuk melakukan multitasking sehingga terkadang sering mengalami lag ketika kapasitas RAM hampir habis. Namun aplikasi masih bisa berjalan lancar ketika kami menjalankan 2 atau 3 aplikasi sekaligus. Tak ketinggalan, kami pun melakukan pengujian benchmark dengan menggunakan aplikasi populer seperti AnTuTu Benchmark dan Geekbench. Hasilnya Xiaomi Redmi 6A berhasil menbisakan skor 61.914 poin pada AnTuTu.

Sementara itu, pada aplikasi Geekbench berhasil menbisakan skor 813 poin untuk pengujian Single-Core dan 2.329 poin untuk pengujian Multi-core. Sekilas, Xiaomi Redmi 6A memiliki skor benchmark  sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Redmi 5A. Xiaomi telah menyematkan baterai berkapasitas 3000 mAh pada smartphone  satu ini. Dengan kata lain, daya tahan baterai  dimiliki oleh Redmi 6A ini bisa dibilang standar untuk pemakaian sehari-hari. Untuk menguji daya tahannya, kami pun menjalankan beragam aplikasi dalam aktivitas sehari-hari mulai dari beraktivitas di jejaring sosial, chat dengan teman di aplikasi perpesanan, telepon dengan keluarga, SMS di aplikasi pesan, memutar video sesekali, memainkan game sesekali, dan mendengarkan musik sesekali.

Hasilnya, Xiaomi Redmi 6A ini bisa bertahan selama 10 jam 05 menit hingga kondisi titik kritis 15%  sudah cukup menarik untuk smartphone dehgan harga Rp 1 jutaan. Sementara itu, Redmi 6A berhasil bertahan selama 12 jam 55 menit berdasarkan pengujian benchmark PCMark. Hampir sama dengan Redmi 5A, smartphone terbaru buatan Xiaomi ini sama sekali tidak memiliki sensor fingerprint untuk memindai sidik jari. Namun sebagai alternatifnya, pihak Xiaomi pun telah menyematkan fitur Face Unlock pada Redmi 6A. Seperti biasanya, smartphone ini hanya mengizinkan satu wajah untuk membuka kunci smartphone dengan fitur Face Unlock. Sementara itu, respon dari Face Unlock ini tidak terlalu cepat ketika kami mencoba menghadapkan wajah di depan smartphone.

Bisa dibilang Handphone Xiaomi Redmi 6A tidak terlalu mengalami peningkatan  berarti dibandingkan dengan Redmi 5A. Bisa dibilang peningkatan performa, desain, maupun kameranya pun hanya terlihat sedikit dibandingkan generasi sebelumnya. Namun Redmi 6A masih mampu menjalankan aplikasi dengan lancar dalam pemakaian normal. Bahkan Redmi 6A ini sama sekali tidak memiliki sensor Inframerah pada bagian atasnya. Selain itu, sensor gyroscope dan fingerprint sama sekali tidak hadir di dalamnya. Namun fitur Face Unlock memudahkan penggunanya dalam membuka kunci dengan cepat hanya menggunakan wajah. Meskipun bodi belakang smartphone ini menggunakan bodi plastik, namun kami masih bisa dengan nyaman menggenggam Redmi 6A dengan satu tangan. Dengan harganya  mencapai Rp 1.249.000, bisa dibilang Redmi 6A masih menjadi salah satu pilihan menarik. Semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *